By Admin

Aminudin

Jumat, 03 Mei 2013

Mau Ikut Sertifkasi, Dosen Harus Penuhi Syarat Ini

Para Dosen ikut Sertifikasi

JAKARTA - Apa sebenarnya tujuan sertifikasi bagi para pendidik, termasuk dosen? Apa sekadar meningkatkan taraf hidup dengan adanya tunjangan atau dalam rangka meningkatkan kualitas si pengajar?

Ketua Bidang Litbang dan P2M Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Firdaus Ali menilai, ketidakjelasan tujuan utama program sertifikasi hendaknya membuat pemerintah meninjau kembali kebijakan tersebut.

"Kalau tujuan tunjangan adalah kesejahteraan maka berikan kesejahteraan dulu. Perlu ada evaluasi ulang terhadap sertifikasi ini. Ditinjau ulang ketentuan mekanisme dan persyaratan untuk menempuh sertifikasi bagi para dosen," kata Firdaus selepas diskusi di Universitas Prof. Dr. Hamka (Uhamka), Pasar Rebo, Jakarta Timur, kemarin.

Hal tersebut, lanjutnya, dengan melihat kondisi di lapangan. Dosen sedikit lebih beruntung dibandingkan guru karena mampu mencari penghasilan lain untuk mendapatkan tambahan. Namun, bagi dosen di daerah, keadaan mereka tidak ubahnya dengan kondisi para guru. 

"Makanya tidak bisa digeneralisasi. Turunkan standar untuk luar Pulau Jawa karena faktanya memang beda," urainya. 

Dosen Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Indonesia (UI) itu menyebut, terdapat beberapa ketentuan yang harus dipenuhi para dosen untuk memenuhi sertikasi dan mendapatkan tunjangan bernilai satu kali gaji itu. Jika guru harus memenuhi tuntutan mengajar selama 24 jam per minggu, maka dosen harus menggenapi tuntutan 40 jam per minggu.

"Dia harus mengajar minimal 12 SKS per tahun. Lalu dia harus menulis karya tulis di jurnal lokal satu kali per tahun. Selain itu, dia juga harus melakukan penelitian baik sebagai peneliti tunggal maupun tim," ujar Firdaus.

Dari berbagai persyaratan tersebut, lanjutnya, penelitian merupakan persyaratan yang paling sulit untuk dipenuhi oleh para dosen. Keterbatasan dana menjadi alasan utama para dosen menyetoppenelitian, terutama dosen di daerah.

"Anggaran terbatas membuat para dosen tidak bisa melakukan penelitian. Sementara peran industri di Indonesia belum seperti di Singapura dan Malaysia sehingga sulit untuk melakukan kerjasama penelitian dengan pihak luar," tandasnya.(mrg)

 

Sumber kampus.okezone.com

  Mitra  
  Peta Situs  
Best viewed with Mozilla Firefox And Google Chrome 5.x.x with 1024x768 resolution.