By Asep

Asep

Jumat, 26 September 2014

Penyebab Kegagalan Internalisasi Corporate Values

Oleh Hartono, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Pada dasarnya setiap orang memiliki values yang unik, yang terbentuk dari lingkungannya sejak lahir sampai bertumbuh dewasa. Lingkungan keluarga, masyarakat, dan daerah membentuk values yang unik bagi setiap individu.

Corporate values dapat berbeda-beda dalam setiap organisasi. Values yang ada dan diyakini sebagai norma yang berlaku dalam organisasi akan dituangkan secara eksplisit dan dijadikan sebagai pedoman bagi seluruh perilaku individu dalam organisasi.

Untuk membentuk corporate values dibutuhkan keterlibatan seluruh komponen dalam organisasi, sehingga organisasi perlu membentuk values yang mampu mempersatukan dan membangkitkan komitmen setiap individu yang ada didalamnya tanpa kecuali untuk berperilaku sesuai dengan values yang ditetapkan. Diperlukan suatu inisiatif-inisiatif yang tepat, obyektif, jelas, terukur dan terarah, agar values mampu membangun budaya yang kuat dan mengakar serta mampu membuat suatu perubahan menuju perbaikan yang terus menerus menuju kesempurnaan.

Corporate values sebagai dasar bagi budaya organisasi menjadi sangat penting karena dapat menunjukkan citra organisasi. Saat kita masuk ke dalam organisasi yang berbeda tentunya kita dapat merasakan iklim kerja dan suasana yang berbeda.

Banyak organisasi yang memiliki values, namun gagal dalam proses internalisasinya, artinya values yang ada hanya merupakan slogan atau kata-kata indah namun tidak mencerminkan perilaku dalam organisasi.

Kegagalan proses internalisasi values dalam suatu organisasi karena :

  1. Program corporate values tidak jelas
    Fokus dalam pembentukan corporate values tanpa memikirkan program-program selanjutnya. Proses pembentukan corporate values antara lain dimulai dengan Pembentukan change agent team, penentuan values,  sosialisasi, internalisasi dan evaluasi. Change agent Team merupakan tim yang dipilih oleh organisasi untuk menjaga seluruh proses pembentukan budaya organisasi agar berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
  2. Kondisi dan lingkungan organisasi tidak relevan dengan Values yang dibuat
    Values yang dibuat tentunya harus relevan dengan kondisi dan lingkungan organisasi, karena hal tersebut akan menentukan keberhasilan organisasi.
  3. Kurangnya sosialisasi
    Sosialisasi memungkinkan seluruh individu dalam organisasi memahami dan memaknai values sebagai dasar dari budaya organisasi yang sedang dibangun. Sosialisasi merupakan hal yang sangat penting bagi internalisasi values. 
  4. Sikap defensive dari anggota organisasi terhadap perubahan
    Dalam tahap awal penerapan corporate values tentunya memerlukan energi besar dan konsistensi. Hal ini bisa diminimalisasi melalui sosialisasi dan pendekatan yang tepat.
  5. Kurangnya komitmen pemimpin untuk mendukung suksesnya internalisasi
    Beberapa pemimpin hanya berorientasi pada perubahan values di tingkat bawah sedangkan mereka sendiri tidak mau merubah perilakunya selaras dengan corporate values yang dibuat. Hal ini merupakan faktor yang dapat mengakibatkan kegagalan dalam penerapan corporate values, karena kurangnya komitmen pemimpin dapat merusak keseluruhan proses dalam internalisasi values.
  6. Kurangnya pengawasan saat proses internalisasi
    Pada proses penerapan corporate values dapat diberlakukan rewards & punishment dan penunjukkan “values police” untuk mengawal jalannya proses internalisasi. Pada akhirnya dengan keterlibatan seluruh individu dalam organisasi corporate values dapat terinteralisasi dan membangun budaya organisasi. Jika ini sudah terjadi, maka tanpa rewards & punishment, ataupun values police, perilaku setiap individu dalam organisasi akan mencerminkan corporate values.
  7. Tidak adanya proses evaluasi
    Evaluasi secara berkala terhadap program corporate values perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat efektifitas inisiatif yang dijalankan. Dalam hal ini continual improvement terhadap inisiatif program harus terus dilakukan. Frekuensi proses evaluasi lebih banyak terjadi di awal pemberlakuan corporate values, namun saatvalues sudah terinternalisasi maka evaluasi dapat dilakukan dengan jangka waktu yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Corporate values diperlukan agar seluruh individu dalam organisasi memiliki values yang sama, sehingga tercipta keselarasan dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang optimal sesuai dengan visi, misi dan sasaran strategis organisasi. Organisasi yang memiliki budaya yang kuat akan mendorong pihak lain mengikuti budaya yang berlaku dalam organisasi tersebut, misalnya pegawai baru, tamu yang datang dan bahkan para customer.

Disusun dari berbagai sumber dan literatur.

*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi dimana penulis bekerja

  Mitra  
  Peta Situs  
Best viewed with Mozilla Firefox And Google Chrome 5.x.x with 1024x768 resolution.